Jumat, Mei 25, 2012
   
Text Size

Memindahkan Layar Bioskop ke Rumah

Pehobi film pasti ingin menikmati layar bioskop di rumah. Alasannya selain ekonomis, juga lebih praktis. Berikut secuplik panduan memilih layar TV yang pas buat kita.

Jika akhir tahun 1970-an yang menjadi trend di dunia pertelevisian adalah transformasi dari TV hitam putih ke TV warna, dimana baik stasiun TV maupun pemilik TV sama sama berusaha untuk melihat menyiarkan dan menerima gambar berwarna pada TVnya karena memang jauh lebih nyaman melihat TV berwarna daripada hitam putih.

Setelah itu teknologi TV tidak mengalami banyak perubahan mendasar dimana yang terjadi adalah beberapa perubahan yang tidak menuntut perubahan penyiaran TV sendiri dan umumnya hanya perubahan pada pesawat TV itu sendiri seperti peningkatan ukuran layar pesawat TV dan layar yang tadinya cembung menjadi layar datar. Sebenarnya perkembangan dalam teknologi penyiaran, namun perkembangan dalam bidang ini juga saling terkait dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Contohnya, perkembangan player yang tergantung sekali dengan media dimana jika anda hari ini memiliki sistem HD DVD yang mencakup TV layar datar HD, HD DVD / Blueray Player dan sound sistem HD, akan menjadi perjuangan tersendiri bagi anda jika ingin menikmati film – film dengan kualitas Full HD karena baik film Full HD seperti HD DVD maupun Blueray yang tersedia di pasaran masih sangat sedikit dan sekalipun ada harganyapun masih selangit.

Tulisan ini akan membatasi diri pada pembahasan TV layar datar secara populer dan realistis dengan situasi saat ini di Indonesia dan harapan penulis adalah setelah mebaca sedikit artikel ini para pembaca setidaknya dapat mendapatkan beberapa petimbangan praktis dalam membeli TV, khususnya dengan perkembangan TV layar datar baik LCD maupun plasma yang pelan-pelan sudah mulai menggantikan TV CRT (Cathode Ray Tube).

Sudah Tepat Membeli TV Layar Datar ?

Mirip dengan yang terjadi di dunia IT atau kalau mau tidak kalah sombong dapat dikatakan mendahului perkembangan di dunia IT. Terjadi perubahan yang cukup besar dalam teknologi monitor dimana teknologi TV yang puluhan tahun di dominasi oleh teknologi CRT pelan tapi pasti mulai digeser oleh TV layar datar yang memiliki kelebihan lebih tipis, lebih ringan, lebih tinggi resolusinya, tingkat radiasi relatif lebih rendah dan lebih hemat listrik tetapi dengan satu kelemahan, menyebabkan kanker alias kantong kering karena jauh lebih mahal. Kalau di dunia IT pengganti CRT adalah teknologi LCD, kalau di dunia TV layar datar ada dua teknologi yang bersaing dimana mulanya adalah teknologi Plasma dan disusul oleh teknologi LCD (Liquid Crystal Diode).

Kalau mau ditanyakan, apa beda CRT dengan LCD, secara teknis seperti yang diutarakan penulis diatas, yaitu lebih tipis, lebih ringan, lebih tinggi resolusinya dan lebih hemat listrik. Tetapi secara prinsip tidak ada bedanya dimana kedua-duanya berfungsi untuk melihat siaran TV, video atau main game.

Lalu kalau ditanyakan apakah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli TV layar datar, ada beberapa pertimbangan yang dapat dipikirkan. Jika anda memang merencanakan mengganti TV anda dan membeli TV dengan ukuran

Di dunia elektronik konsumer dimana barang yang fungsinya sama diproduksi oleh banyak merek, ada beberapa hal yang mempengaruhi harga jual barang elektronik, diantaranya adalah skala produksi dan persaingan. Jika suatu produk baru diperkenalkan, dapat dipastikan harganya mahal sekali karena skala produksinya masih kecil dan saingan masih sedikit sehingga produsen masih menikmati margin laba yang tinggi.

Sebagai gambaran TV Plasma 42” dengan resolusi standar pada tahun 2005 diluncurkan oleh LG Indonesia dengan harga US $ 6.000 atau > Rp. 50 juta. Tetapi, hari ini (2 tahun setelah Plasma mulai dijual di Indonesia) TV Plasma / LCD yang dapat dikatakan sudah matang teknologinya dengan spesifikasi jauh lebih tinggi dan sempurna serta memiliki beberapa fitur tambahan bisa di dapatkan dengan harga Rp. 11 juta atau harga 20 % dari saat pertama kali diluncurkan. Jika anda bertanya apakah harganya akan turun lagi ? Meskipun pertanyaan tersebut gampang-gampang sulit di jawab, tetapi diperkirakan harga sekitar Rp. 10 juta untuk TV layar lebar 42” sudah mendekati biaya produksinya dan sulit untuk ditekan lebih rendah lagi. Jika berpatokan dari harga LCD monitor, diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan, rentang turunnya harga TV layar lebar 42” sudah makin sempit, paling maksimal 10 % karena sudah mencapai harga dasar produksinya.

Patokan yang penulis lakukan adalah dengan melihat harga TV layar datar 32“ hari ini berkisar antara 8 – 10 juta, dan TV 42“ memiliki range yang cukup lebar antara 11 juta s/d 20 juta. Jadi jika anda memiliki budget dan berminat pada TV layar lebar, harga saat ini untuk TV 42” sudah cukup ekonomis.

Pilih Plasma atau LCD ?

Sebenarnya untuk layar datar berukuran “jumbo” yang pertama muncul adalah TV Plasma dengan harga yang aujubileh US $ 6.000 untuk 42”. Walaupun pelan-pelan harganya turun, tetapi penurunan harga TV plasma yang paling kentara terjadi adalah sejak mendapatkan saingan ketat dari TV LCD layar lebar. Jadi secara tidak langsung LCD berjasa memberikan alternatif pengganti plasma dan hebatnya karena LCD awalnya banyak digunakan sebagai monitor di dunia IT dan persaingan di dunia IT sangat kompetitif sehingga konsumen menjadi pihak yang diuntungkan. “Kebiasaan” ini dibawa juga ke dunia TV layar lebar (konsumer) sehingga mau tidak mau TV plasma harus ikut turun harga, jika tidak mau menjadi “kenangan terindah”.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 118 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
1268
1585
1455

+130
This week:
Last week:
Week before last week:
7417
10049
10733

-684

All visits
Since module start 471 956

Artikel Kesehatan