Jumat, Mei 25, 2012
   
Text Size

Memaksimalkan Luasan Kitchen Set Untuk Aktifitas Memasak

Percuma memilki kitchen set yang mewah dengan perlengkapan maksimal jika penghuni lebih gemar makan di luar rumah. Memilki dapur dengan luasan yang pas adalah solusi yang efektif. Dari dapur, segala aktivitas dalam rumah tangga dimulai. Kegiatan memasak dari sarapan di pagi hari menjadi rutinitas untuk mengawali hari. Tak hanya sekedar acara santap pagi, acara tersebut juga dimanfaatkan utuk mengakrabkan dan berinteraksi antar anggota keluarga. Hal tersebut membuat dapur sebagai kebutuhan yang vital dan esensial dalam sebuah hunian.

Dalam merancang sebuah dapur atau kitchen set, menetapkan sebuah luasan merupakan langkah yang sulit. Mengapa dikatakan sulit? Karena untuk memperoleh angka luasan yang pas, banyak hal perlu dipertimbangkan agar dapur tidak hanya fungsional namun juga nyaman.

Daftar Kebutuhan

Langkah pertama adalah membuat sebuah daftar. Daftar ini berisi ini berisi poin-poin keinginan dan kebutuhan seluruh penghuni rumah, antara lain sebagai berikut.

  1. Aktivitas apa saja yang dilakukan dan jumlah orang yang akan bekerja di dalam sebuah dapur.
  2. Jumlah anggota keluarga dan jumlah makanan yang biasa dibuat.
  3. Jenis makanan yang akan dimasak. Proses pembuatan makanan cepat saji dengan rangkaian masakan tradisional kaya bumbu tentu saja berbeda.
  4. Perangkat yang akan digunakan atau yang telah dimiliki. Ukuran perangkat yang berbeda-beda berpengaruh terhadap desain dan ukuran kitchen set.
  5. Besarnya biaya yang dianggarkan untuk membuat dapur.


Traffic Flow

Selain tergantung pada lahan yang dimiliki, luasan sebuah dapur juga tergantung dari pergerakan pengguna (traffic flow) dapur itu sendiri. Akan tetapi untuk luasan minimal, setidaknya sebuah dapur memilki lebar 2 meter dan panjang 3 meter. Hasil penelitian gerak manusia (moving studies) diperlukan agar kenyamanan bekerja di dapur agar kenyamanan bekerja di dapur diperoleh. Beberapa pola gerakan yang perlu dihitung, antara lain mengambil barang di kabinet atas, membersihkan bagian dalam kabinet bawah. Jangan sampai beberapa aktivitas bertabrakan karena ruang yang sempit. Solusinya adalah dengan membuat rancangan yang menyeluruh.

Segitiga Kerja

Segitiga kerja (work triangle) adalah pembagian arus pergerakan paling dasar khusus untuk dapur. Pembagian ini menjelaskan 3 aktivitas utama yang dilakukan dapur :

  • Yang pertama adalah kegiatan menyimpan bahan makanan. Untuk menyimpan bahan makanan ini diperlukan area penyimpanan, yakni kabinet, rak, dan lemari es.
  • Kegiatan kedua adalah mempersiapkan bahan, yaitu mencuci, meracik, dan memotong bahan makanan. Untuk keperluan ini area persiapan, yang mencakup meja dan bak cuci (sink) diperlukan. Dengan menempatkan sink pada akses menuju kulkas dan kompor, alur kegiatan akan semakin mudah.
  • Kegiatan yang ketiga, yang juga merupakan kegitiatan inti, adalah memasak yang memerlukan area memasak. Untuk kegiatan ini diperlukan tempat meletakkan kompor, microwave, atau oven.

Ketiga area esensial tersebut idealnya tidak boleh diletakkan sembarangan karena peletakannya berpengaruh pada tingkat kenyamanan pengguna bekerja. Sebaiknya membentuk alur segitiga yang berhubungan, sehingga jika pekerjaan akan diulang alurnya akan tetap sama dan tidak mengganggu pekerjaan lainnya.

Ergonomis

Berbagai penelitian dilakukan untuk mendapatkan suatu ukuran baku kenyamanan agar setiap aktivitas dapat dilakukan dengan efektif. Standar ukuran tersebut dikenal dengan sebutan ukuran yang ergonomis. Selain nyaman, menggunakan ukuran standar ergonomis juga dapat lebih menghemat biaya yang dilkeluarkan karena tidak ada anggaran untuk pekerjaan bongkar ulang.

Di dalam sebuah dapur, terdapat ukuran-ukuran ergonomis yang sebaiknya diterapkan. Berikut adalah ukuran-ukuran ergonomis yang sebaiknya diterapkan. Berikut adalah ukuran-ukuran penting untuk diperhatikan :

  1. Ketinggian meja dapur tempat bak cuci, kompor, dan meja kerja sebaiknya setinggi pinggul, yaitu 85cm-90cm dari lantai. Agar saat bekerja, posisi tangan tidak terlalu tinggi atau rendah yang mengakibatkan pegal.
  2. Jarak antara meja dapur dengan dasar kabinet atas sekitar 50cm-60cm. Ini adalah jarak ideal agar barang di dalam kabinet atas dapat dijangkau dengan mudah.
  3. Lebar meja dapur yang nyaman sekitar 60cm. dengan ukuran ini, tangan dapat dengan leluasa bergerak dan memungkinkan kompor dan bak cuci standar terpasang.
  4. Daerah kerja, yaitu daerah bebas yang harus ada antara meja dapur yang letaknya berhadapan, setidaknya harus berjarak 90cm. Jarak tersebut untuk mewadahi kebutuhan orang berdiri dan bekerja di dapur, serta membungkuk dan berjongkok saat mengambil barang dari kabinet bawah. Jika merangkap jalur sirkulasi, jarak tersebut minimum 150cm.
  5. Lebar kabinet atas sebaiknya tak lebih dari 35 cm, agar kepala tak terantuk saat memotong atau mempersiapkan makanan.
  6. Lekukan di bawah kabinet sekitar 10 cm ditujukan agar orang dapat berdiri tegak menghadap meja dapur tanpa ujung kaki berkonflik dengan kabinet. Selain itu, lekukan tersebut berguna pada saat mengepel lantai. Pintu kabinet dapat terjaga kebersihan dan kelembapannya karena tidak ternoda oleh kain pel yang kotor dan basah.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 247 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
955
1585
1455

+130
This week:
Last week:
Week before last week:
7104
10049
10733

-684

All visits
Since module start 471 642

Artikel Kesehatan