Jumat, Mei 25, 2012
   
Text Size

Menjelajahi Wisata di Lombok

Keindahan pulau Lombok sangat mempesona, wisatawan selalu dimanjakan oleh beragam kecantikan pantai yang ada banyak tersebar. Bukan hanya keindahan bahari saja yang bisa dinikmati, tapi masih banyak destinasi lain yang mungkin belum kamu tahu dari pulau Lombok. Apa saja destinasi selanjutnya yang harus kita kulik?

Di pulau Lombok inilah wisatawan mencari pantai yang beda dengan di Bali. Pantai-pantai di Lombok tidak seramai di Bali dan memang lebih bersih dan tenang. Ada pantai senggigih, Kuta, Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Menok lah yang menjadi destinasi utama wisatawan datang, bukan hanya wisatawan lokal tapi wisatawan asing pun sangat banyak yang datang ke pulau Lombok.

Gili Nanggu

Nama Gili Nanggu memang kalah tenar dibanding Gili Trawangan atau Gili Air. Namun justru berkat statusnya yang minim pamor itulah ia jadi menarik dikunjungi. Satu yang pasti, pesisir maupun area diving di pulau ini relatif aman dari serbuan turis, jadi kamu bisa leluasa berwisata.
Gili Nanggu terletak sekitar 60 kilometer sisi barat daya Mataram, terapit oleh Gili Tangkong dan Gili Sudak. Dengan luas hanya 12,5 hektare, pulau ini bisa habis dijelajahi dalam waktu sehari. Gili Nanggu dapat dicapai menggunakan perahu motor selama 15 menit dari Pelabuhan Tawun. Opsi rute lainnya adalah lewat Pelabuhan Lembar dengan waktu tempuh kira-kira 20 menit.

Suasana pulau sangat hening. Tak banyak orang berkeliaran, baik warga lokal maupun turis asing. Sepi, indah, dan asri, tak heran pulau ini dijuluki paradise island. Dan hanya ada satu penginapan di sini, yakni Gili Nanggu Cottages & Bungalow. Desain bangunannya mengadopsi arsi-tektur rumah tradisional Sasak, suku asli Lombok. Bentuknya rumah panggung dengan atap mirip kubah. Angin laut menembus dinding dan menyejukkan interior penginapan.

Naik kano dan bersepeda adalah cara paling seru untuk menyerap kecantikan Gili Nanggu. Tapi bagi pencinta kehidupan laut, aktivitas paling menarik di sini tentu saja snorkeling dan diving. Alam bawah laut pulau masih sangat terawat. Ikan aneka warna dan jenis, mulai dari ikan badut hingga Napoleon, berenang lincah di antara koral.

Nilai tambahnya, untuk mendukung usaha pelestarian lingkungan dan mengukuhkan moto perusahaan sebagai penginapan eco-friendly, sejak 1995 Gili Nanggu Cottages & Bungalow membuka sebuah kawasan konservasi penyu.

Sekotong

Lombok merupakan produsen mutiara berkategori south sea pearl (jenis terbaik) yang berjasa menempatkan Indonesia dalam daftar negara penghasil mutiara terbesar di dunia, bersama Australia, Cina, dan Jepang. Dari semua pusat peternakan mutiara di Lombok, Sekotong adalah yang jadi juara.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat membuka kawasan Sekotong sebagai destinasi wisata pelesir kedua setelah Senggigi. Daerah ini masih tergolong asri. Hamparan pasir putih dan hutan lebat membalut pulau tanpa banyak terusik oleh kehadiran bangunan. Hanya segelintir resor dan penginapan yang berdiri di sini; beberapa masih dalam tahap konstruksi. Kalau pun ada pengunjung, paling hanya orang-orang sekitar yang datang untuk menyalurkan hobi memancing.

Satu alasan kenapa Sekotong minim turis adalah rute untuk menjangkaunya cukup menguras keringat. Pengunjung harus menyusuri jalan penuh tikungan dari Mataram selama tiga jam lebih. Wow, berpetualang yang seru!
Sukarara

Satu alasan kenapa kain tenun mudah ditemukan di hampir semua toko suvenir di Lombok adalah karena pulau ini merupakan penghasil tenun berkualitas. Salah satu sentra produsen tenun adalah Desa Sukarara (dibaca:Sukarare). Di Sukarara, kain tenun adalah produk home industry, bukan komoditas pabrik besar. Hampir setiap rumah di desa berpopulasi 150 kepala keluarga ini memiliki alat tenun. Meski begitu, profesi penenun sejatinya cuma ditekuni kaum perempuan. Mereka lazimnya menenun di teras depan rumah, aktivitas yang dilakoni di siang hari sembari menanti para suami kembali dari sawah.

Tradisi setempat mengukuhkan peran perempuan tersebut: dalam pesta pernikahan, perempuan diwajibkan memberikan kain tenun buatan sendiri kepada pasangan. Sebuah lelucon lokal juga mengatakan perempuan yang tidak bisa menenun otomatis bakal “menjomblo” seumur hidup. Waduh!
Dengan mengandalkan mesin sederhana, proses penenunan umumnya berlangsung lumayan lama. Dibutuhkan setidaknya sebulan guna menghasilkan selembar kain dengan lebar 1,2 meter dan panjang dua meter. Tingkat kerumitan motif dan jenis benang menentukan harga kain di pasaran yang rata-rata berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp5 juta per lembar.

Gunung Rinjani

Menjulang setinggi 3.726 meter, Rinjani adalah gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Kerinci dan Jayawijaya, sekaligus salah satu yang teraktif dari total 70 gunung aktif di Indonesia. Seperti gunung-gunung lainnya, ia menyimpan kisah mistis. Konon, Rinjani merupakan tempat tinggal Dewi Anjani, seorang ratu berparas cantik keturunan Raja Selaparang yang lahir dari perkawinan manusia Sasak dan jin.
Kekayaan alam di atap Lombok ini sangatlah impresif. Ia memiliki hutan hijau, air terjun, gua, mata air panas, termasuk salah satu yang paling terkenal, Danau Segara Anakan yang terhampar seluas 1.100 hektar. Obyek unik lainnya adalah Gua Susu yang sering digunakan warga lokal untuk bermeditasi. Konon, lubangnya yang sempit hanya bisa dilalui oleh mereka yang berhati bersih. Asap panas yang menyembur di dalam gua juga dipercaya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Rinjani dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Rinjani Tracking Management Board. Mengunjunginya dari Mataram menyedot waktu kurang lebih empat hingga lima jam. Periode ideal untuk mendakinya adalah di musim kemarau, dari Juni hingga Agustus. Sebelum memulai ekspedisi, pendaki disarankan memantau kondisi gunung sebab, seperti yang terjadi di awal tahun ini, anak Rinjani mulai “batuk” dan menyemburkan debu hingga medan pendakian pun ditutup untuk umum. Ini cocok bagi kamu yang suka dengan tantangan.
Pura Batu Bolong

Di tempat inilah Dang Hyang Dwijendra dikisahkan pernah singgah. Dia adalah pendeta asal Jawa Timur yang memiliki peran penting dalam perkembangan agama Hindu di Bali dan Lombok. Pura Batu Bolong berdiri di dekat Pantai Batu Layar di kawasan Senggigi, sekitar 20 kilometer dari Mataram. Situs suci umat Hindu ini sekilas mengingatkan kita pada Tanah Lot di Bali, bangunan ibadah yang terletak di bibir pantai dengan posisi menjorok ke laut.

Untuk memasuki pura, pengunjung diwajibkan memakai pita kuning yang dilingkarkan di pinggang. Pita disewakan di dekat pintu masuk. Tarif sewanya sukarela alias terserah kita. Ada dua pura yang menghiasi karang warna hitam ini. Berjalan menuruni anak tangga, kita akan menemukan pura pertama yang bersemayam di bawah naungan pepohonan rindang. Pura kedua berdiri di atas karang yang menjulang setinggi kurang lebih empat meter dan memiliki lubang di tubuhnya. Lubang inilah yang menjadi inspirasi lahirnya nama Pura Batu Bolong.

Posisi pura utama agak tinggi. Kita harus berjalan berhati-hati agar tidak terciprat ombak yang menghantam karang. Konon, meski senantiasa digaduhkan oleh suara empasan ombak, Pura Batu Bolong diyakini bisa memancarkan getaran rohani yang damai dan khusuk di batin para peziarah. Dan saat Lebaran, umat Muslim Lombok berbondong-bondong membanjiri pantai di depan pura untuk beramai-ramai menyantap opor ayam, ayam Taliwang, ketupat, dan serundeng.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 212 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
547
1585
1455

+130
This week:
Last week:
Week before last week:
6696
10049
10733

-684

All visits
Since module start 471 235

Artikel Kesehatan