Kamis, Mei 24, 2012
   
Text Size

Nikmatnya Laksa Tanggerang

Gurihnya kuah kekuningan ini sudah dikenal sejak lama. Makanan legendaris asal kota Tangerang ini bisa dibilang salah satu warisan kuliner yang patut dilestarikan. Laksa Tangerang gurih disantap dengan daging ayam ataupun telur dan juga buras. Hmm..enak!

Kalau mendengar kata 'Laksa', di kepala saya langsung terbayang semangkuk laksa Cibinong atau laksa Betawi komplet dengan isinya. Saat diajak seorang kawan untuk mencicipi laksa Tangerang, saya sedikit bertanya-tanya "Apa bedanya dengan laksa Cibinong atau Betawi ya?".

Menurut penuturan kawan saya, penjual laksa di daerah Tangerang banyak dijumpai di Jl. Moh. Yamin atau yang biasa dikenal dengan kawasan LP Wanita Dewasa, kota Tangerang. Menyusuri kota Tangerang di sore hari cukup mengasyikkan, suasananya cukup adem. Menyisir jalan di sepanjang LP Wanita Tangerang belum juga saya jumpai penjual laksa, padahal biasanya penjual laksa ini banyak sekali bak jamur.

Setelah bertanya-tanya warga sekitar, saya baru tahu kalau penjual laksa di kawasan Tangerang telah dikumpulkan di satu area bernama 'Kawasan Kuliner Laksa Tangerang' yang berada di ujung Jl.Moh. Yamin (masih di depan LP Wanita Tangerang). Para penjual laksa yang sudah dikenal di daerah Tangerang kini menempati sebuah area yang cukup bersih dan nyaman untuk para pengunjung.

Ada sekitar 7 hingga 10 penjual laksa yang mangkal di sini mulai dari laksa Bang Kumis Brewok, laksa Lepay, Laksa Bang Tubing, laksa Bang Benni, dan yang paling populer adalah laksa Bang Kumis. Laksa Bang Kumis terlihat padat pengunjung padahal jam makan siang sudah lama berlalu. Mungkin pengunjung yang datang sama seperti saya, penasaran dengan rasa laksa Tangerang atau sekedar mengobati rasa rindu.

Laksa Tangerang lebih sederhana soal isi, cukup dengan mi putih yang berukuran sedikit besar kemudian disiram dengan kuah sayur yang menggunakan kacang hijau, sepotong ayam, dan juga taburan daun kucai. Warna kuahnya tidak terlalu kuning seperti laksa Cibinong ataupun Betawi.

Laksa Tangerang menggunakan mie berwarna putih yang terbuat dari beras dan ukurannya sedikit besar. Mie ini cukup mengenyangkan, tapi jika dirasa kurang nendang buras yang ada di setiap meja pun bisa jadi aduannya. Tekstur mienya cenderung lebih kasar dibandingkan mie kuning dan tidak terlalu lentur seperti mie pada umumnya. Rasa kuahnya gurih namun tidak bikin eneg  meskipun menggunakan santan.

Saat disantap, terasa jejak kasar pada kuahnya. Saat saya lihat lebih teliti, ternyata ada taburan kelapa parut seperti serundeng di dalam kuahnya. Hmm.. pantas saja jika rasanya makin mantap! Uniknyam, daging ayam pada laksa Tangerang ini sepertinya telah dibakar terlebih dahulu karena ada jejak gosong di beberapa bagian dan aroma sangit saat dimakan. Hmm.. tak hanya aromanya saja yang bikin enak, bumbu yang meresap dan daging yang empuk cocok sekali dengan buras yang empuk. Nyam..nyam..

Meskipun terlihat sama, laksa Tangerang ini cukup berbeda dengan laksa Cibinong ataupun laksa Betawi yang pernah saya cicipi. Dan apabila Anda sedang berada di kota Tangerang, tak ada salahnya untuk memanjakan lidah Anda dengan seporsi laksa legendaris kota Tangerang

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 107 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
315
1585
1455

+130
This week:
Last week:
Week before last week:
6464
10049
10733

-684

All visits
Since module start 471 003

Artikel Kesehatan