Kamis, Mei 24, 2012
   
Text Size

Surat kabar yang tak ada matinya

Apakah anda masih membaca surat kabar? Atau anda merasa cukup dengan hadirnya televisi berita seperti TV One atau Metro TV? Banyak teman saya yang merasa kebutuhan informasinya telah cukup dengan tayangan berita di televisi. Apakah ini sebuah pertanda surat kabar akan wafat? Informasi yang secara masif mengalir dan lebih menarik secara visual mampu memalingkan wajah pembaca surat kabar untuk menonton televisi.

surat kabar 300x214 Surat kabar yang tak ada matinyaAkankah hadir “masyarakat tanpa kata-kata”? Seorang Futurolog Media, George Gilder menjawab “Tidak”. Bahkan generasi yang dibesarkan oleh MTV dan Playstation  tidak akan berkomunikasi secara efektif tanpa kata-kata. Visual dapat memperkaya tetapi tidak bisa menggantikannya, lanjut Gilder.

Apakah surat kabar dan media berbasis cetak lainnya punya masa depan? Gilder lebih memilih menempatkan uangnya pada media berbasis kata-kata ketimbang televisi yang mengandalkan visual untuk memberitakan sesuatu.

Gilder meyakini bahwa orang yang menganggap bahwa komunikasi masa depan akan diperantarai terutama lewat video telah mengabaikan fakta bahwa video bekerja lebih baik dibanding kata-kata hanya pada pesan yang sempit. Video memang paling efektif dalam menyampaikan kisah yang mengejutkan, sensasional dan menarik bagi pemirsa berotak jorok di antara audiens yang besar. Gambar dapat dengan mudah mengguncangkan orang banyak, mata manusia pasti melotot pada gambar tubuh telanjang atau tubuh bersimbah darah atau keduanya. Akan tetapi komunikasi manusia melampaui tayangan yang mengejutkan dan daya tarik sensual, kata Glider. Glider menunjukkan bahwa sebagian besar orang berkomunikasi melalui kata-kata.

Surat kabar yang anda terima setiap hari di depan pintu anda mungkin terlihat seperti hasil dari teknologi kuno dari zaman Guttenberg. Tetapi sebenarnya surat kabar sudah masuk ke abad digital. Saat ini para reporter menyelam ke data digital untuk mencari sumber materi berita dan menulis berita menggunakan komputer. Editor menyunting berita dan menata halaman secara eletronik. Teknologi lama hanya berkuasa pada tahap akhir produksi, yakni mesin cetak berharga ratusan juta yang mengkonsumsi berton-ton kertas dan ribuan drum tinta. Dalam pengiriman. Dengan jasa loper surat kabar yang bergaji sangat rendah surat kabar nampak sangat ketinggalan.

Ini adalah tantangan, di antara sekian banyak media yang sedang beralih produksi secara elektronik ketimbang cetak. Beralih ke pengiriman elektronik ketimbang menggunakan “loper dan penjaga lapak surat kabar”. Mulai surat kabar mingguan bersirkulasi rendah sampai surat kabar besar seperti Kompas memiliki beberapa edisi online yang menyajikan berita yang isinya persis kata per-kata dengan edisi cetaknya, tetapi ada beberapa surat kabar yang mengemas ulang berita dengan memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan teknologi elektronik. Meski demikian, surat kabar online tetap berbasis kata, sama seperti surat kabar tradisional. Visual adalah perlengkapan yang berguna tetapi jarang yang menjadi inti dari pesan.

Bahkan meski sirkulasi surat kabar menurun, seperti terjadi belakangan ini, perusahaan surat kabar akan tetap bertahan. Surat kabar yang bisa dibaca kapan saja dan bisa disimpan adalah salah satu dari sekian banyak nilai lebih yang dimilikinya yang tidak dimiliki oleh media lain.

Jadi? Surat kabar memang tidak akan pernah mati.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 168 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
837
1455
1618

-163
This week:
Last week:
Week before last week:
5401
10049
10733

-684

All visits
Since module start 469 939

Artikel Kesehatan