Kamis, Mei 24, 2012
   
Text Size

Segalanya tentang Film Indonesia

Industri film Indonesia dan para pemerhatinya mesti berterima kasih pada mantan wartawan Kompas yang juga kritikus film, J.B. Kristanto. Atas prakarsa pribadinya — dengan bantuan antara lain kurator Sinematek Indonesia, S.M. Ardan, serta Harun Suwardi dan Haris Jauhari — pada 1995 ia menerbitkan Katalog Film Indonesia 2006-1995. Buku setebal 426 halaman (termasuk indeks) itu merupakan dokumentasi satu-satunya dan terlengkap mengenai film-film cerita panjang yang pernah diproduksi di Indonesia sejak L. Heuveldorp, sutradara Belanda, membuat Loetoeng Kasaroeng pada 1926, sampai dengan film Pawang besutan B.Z. Kadaryono di tahun 1995.

Sepuluh tahun kemudian XJB, begitu inisial J.B. Kristanto, memperbarui bukunya menjadi Katalog Film Indonesia 1996-2005. Lantas, dua tahun berselang, terbit Katalog Film Indonesia 1926-2007. Merasa capek mesti terus-menerus menerbitkan buku besar, tebal, dan mahal, mulai 2008 ia dibantu Lisabona Rahman, kritikus film yang kini Manajer Program Kineforum DKJ (Dewan Kesenian Jakarta), membuat versi update-nya saja. Indonesian Film Catalogue 2008 pun, berukuran A5, full color, dwibahasa, yang memuat data film-film Indonesia produksi 2007, diluncurkan.

Saat menyiapkan edisi 2009, XJB akhirnya menyerah dan menerima saran beberapa temannya yang lebih muda untuk memboyong Katalog Film Indonesia ke internet. Selain agar bisa diakses semua orang, pembaruan datanya juga bisa dilakukan setiap saat, dari hari ke hari.

Apalagi, bersamaan dengan datangnya revolusi digital, produksi film di Indonesia semakin marak, tidak lagi bisa dilacak hanya dari LSF (Lembaga Sensor Film) atau jaringan bioskop resmi. Banyak film indie diedarkan di luar 21 Cineplex dan Blitz Megaplex, kebanyakan tidak merasa perlu mendaftar ke LSF. Padahal, XJB sejak awal ingin katalognya mencatat semua film cerita panjang (durasi > 60 menit) yang dibuat orang Indonesia dan diedarkan di negeri ini.

Dengan dukungan Konfiden, yayasan yang aktif menyebarkan pengetahuan film di kalangan anak muda namun belakangan lebih memusatkan perhatian di bidang database dan pengarsipan film, sejak 2009 XJB dan Lisabona mulai menyiapkan Katalog Film Indonesia online. Karena dikerjakan secara swadaya, proyek ini berjalan agak lamban. Tapi kondisi itu malah memunculkan banyak gagasan baru di tengah jalan.

Yang terpenting adalah, Katalog Film Indonesia hanya akan menjadi sebagian dari konten dan daya tarik situs yang sedang dikembangkan. Untuk itu, halaman muka justru memuat konten dinamis yang diperbarui setiap saat seperti blog. Di samping itu akan ditambahkan pula beberapa data aktual lain mengenai film Indonesia. Ambisinya, menjadi portal yang memuat segalanya tentang film Indonesia. Jika Anda ingin mengetahui segala hal mengenai film Indonesia sejak 2006 sampai dengan hari ini, cukup berkunjung ke situs ini.

Begitulah. Ketika diluncurkan 3 Desember 2010 di Binus International sebagai bagian dari Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2010, portal Film Indonesia sudah menampilkan sebagian konten dan fitur tersebut.

Konten dinamis yang telah tersedia antara lain artikel-artikel Berita, Kajian, Sosok, dan Wawancara. Lantas ada informasi film-film yang tengah beredar serta dalam produksi. Juga data lengkap bioskop dalam jaringan 21 dan Blitz Megaplex.

Sementara itu — yang juga terbilang informasi eksklusif selain katalog — ialah Data Jumlah Penonton, yang diperbarui setiap minggu. Data lama (1973-1994) diperoleh dari Perfin, meski hanya sebatas data peredaran di Jakarta. Data 1995-2006 memang “hilang” dan masih terus dicari. Adapun data 2007 sampai dengan minggu ini lengkap dan faktual.

Fitur yang tersedia saat ini, jika Adan mendaftarkan diri, baru untuk memberikan Rating. Kelak, dengan beberapa aturan atau pembatasan, anggota bisa ikut berpartisipasi menulis artikel dan melengkapi data pada katalog.

Saat ini sedang dikerjakan alih bahasa semua konten ke dalam bahasa Inggris, sistem keanggotaan berbayar dengan sejumlah benefit (antara lain bisa mengakses seluruh isi katalog dan data jumlah penonton), serta ruang iklan berbentuk featured article film-film terbaru. Menyusul nanti pengembangan versi mobile, aplikasi mobile (Androis, iPhone/iPad, BlackBerry), dan server iklan. Setelah memiliki cukup modal, yang antara lain digalang melalui donasi, sponsorship, dan iklan, sehingga mampu membeli server sendiri, data film dalam katalog akan dilengkapi trailer video.

Semoga, dengan portal ini, film Indonesia menapak “naik kelas” menjadi industri modern karena menjadi sebuah kegiatan kreatif sekaligus bisnis yang semakin terbuka dengan informasi, data, dan dokumentasi lengkap yang bisa setiap saat diakses oleh pengguna internet di seluruh dunia.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 193 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
723
1455
1618

-163
This week:
Last week:
Week before last week:
5287
10049
10733

-684

All visits
Since module start 469 826

Artikel Kesehatan