Kamis, Mei 24, 2012
   
Text Size

Avatar, film mengagumkan, jenius, dan mahal

Akhirnya film yang saya tunggu diputar juga di Makassar. Avatar, sebuah film berjenis 3D karya sutradara jenius James Cameron yang juga menyutradarai salah satu film terlaris sepanjang masa Titanic  pada tahun 2007.  Jadi Avatar The Legend of Aang si jagoan cilik nan botak itu difilmkan ya? “Halah! Itu film kartun ndak ada hubungannya dengan Avatar yang ini okey?”

Ada satu kebiasaan saya sebelum menonton film yaitu membaca sinopsis atau review-review yang ada tentang film tersebut, tapi untuk film yang satu ini hal itu tidak saya lakukan.  Saya tidak mau lagi kecewa berat setelah berharap banyak pada film 2012 yang review hingga trailernya saya kejar-kejar dengan bantuan Mbah Google yang ternyata setelah filmnya saya nonton sangat jauh sate dari api alias mengecewakan. Alur cerita 2012 yang kekanak-kanakan membuat saya cukup trauma. Oleh karenanya saya tidak mau lagi berekspektasi sedemikian besar terhadap film Avatar ini. Informasi tentang banyaknya komentar positif dari kritikus film dan bahwa sutradaranya James Cameron sudah cukup bagi saya. Dan ternyata setelah menonton filmya……..jreng, jreng, jreng…..

poster film avatar Avatar, film mengagumkan, jenius, dan mahal

Luar Biasa! Jenius! Keren! Ceritanya? Menarik! Spesial efeknya? Subhanallah! Majalah Empire sendiri memberi lima bintang penuh kepada film ini, seraya menyebutnya sebagai sebuah “kerja dengan ganjaran luar biasa besar,” Sementara jejaring mikroblog Twitter mengutipkan komentar-komentar para jurnalis. “James Cameron benar-benar jenius! Saya tak bisa ngomong apa-apa lagi, keren habis, saya suka banget,” tulis Alex Billington dalam laman film FirstShowing.net. Mark Brown dari The Guardian, London, menulis di koran itu bahwa “Avatar” benar-benar lebih hebat dari perkiraaan. Film ini mengagumkan dan kisahnya mengena sekali. Film ini juga dianggap akan mengubah peta permainan efek digital di Hollywood.

Avatar ber-setting abad ke-22. Bercerita bahwa bumi sudah kehabisan daya dukungnya dan tak lebih menjadi sebuah gurun tanpa makhluk hidup, tanaman, atau pun mineral. Lalu, ada sebuah planet baru bernama Pandora yang mempunyai semua sumber daya alam yang dibutuhkan. Di Pandora sudah ada makhluk asli yang mendiami tempat tersebut bernama Na’vi. Avatar menceritakan perang untuk mempertahankan hidup antara kaum Na’vi yang tinggal di hutan, melawan operasi pertambangan kolonial di planet mereka. Seorang mantan marinir pincang dipilih untuk membina kontak dengan orang-orang misterius yang dikendalikan avatar dari jarak jauh. Bagaimana selanjutnya? Nonton sendiri! Hehehe…

Dari hasil jalan-jalan bareng Mbah Google ada banyak fakta menarik dibalik film ini. Pertama adalah biaya pembuatannya yang disebut-sebut sebagai yang terbanyak dalam sejarah perfilman. Empat tahun dibuat, Avatar menghabiskan biaya GBP 300 juta (sekitar Rp 4,6 triliun), separo lebih banyak daripada Titanic yang menelan biaya GBP 150 juta (sekitar 2,3 triliun).

Penggarapan efeknya juga sangat serius. Dengan hanya memasang 37 pemain, ribuan karakter lain dalam film tersebut dibuat secara digital. Penggarapan efeknya termasuk yang canggih saat ini, pengambilan gambar minimal menggunakan delapan kamera dari angle yang berbeda. Itu pun diambil dua kali oleh kamera 3D.

Saking seriusnya menggarap detail, Cameron mengajak Paul Frommer, seorang profesor bahasa dari University of Southern California, untuk membuat bahasa khusus Na’vi. Frommer membutuhkan waktu empat tahun guna menciptakan sistem bahasa tersendiri. Bahasa Na’vi mempunyai 1.000 kosa kata dan struktur yang lengkap pula. Untuk melatih aktor berbahasa Na’vi, pelatih bahasa terkemuka Carla Meyer pun disewa. Kamus bahasa Na’vi juga sudah tersedia di internet sekarang. Lebih dari satu petabyte (1.000 terabyte) penyimpanan digital diperlukan bagi semua komponen yang dihasilkan komputer-produksi film tersebut. Ini setara dengan sekitar 500 kali jumlah yang digunakan untuk menciptaan dan mengkaramkan kapal bersama penumpangnya dalam film Titanic.

Sampai saat ini lebih dari sejuta orang telah menyaksikan trailer-nya secara online. Belum lagi, serbuan merchandise yang dibuat oleh raksasa action figure Mattel. James Cameron sendiri merasa optimistis atas keberhasilan karyanya. Menurut dia setidaknya empat kali orang akan menonton.  Yang pertama, orang akan menonton karena tertarik. Selanjutnya, akan kembali lagi untuk memastikan hal-hal fantastis yang baru saja dilihat. Kemudian, menonton kali ketiga karena ingin menikmati dan yang terakhir untuk menuntaskan kepuasannya menonton film tersebut.

So’ bagaimana dengan anda? Mau ikutan nonton? Kalau tidak anda sudah sangat keterlaluan, saya sudah capek-capek memuji dan menulis panjang-panjang tentang film ini!

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 196 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
711
1455
1618

-163
This week:
Last week:
Week before last week:
5275
10049
10733

-684

All visits
Since module start 469 814

Artikel Kesehatan