Kamis, Mei 24, 2012
   
Text Size

Satu Bulan Bersama

Aku percaya bahwa hidup adalah misteri Ilahi, kita tak pernah tau apa yang terjadi esok hari. Seperti awalnya aku menjalin hubungan dengan kamu, semua bermula dari status kamu yang berisi dokumen kamu yang hilang. Berawal dari jahil-nya aku yang ingin membantu doa pencarian dokumen itu, sampai kamu marah-marah karena kejahilan aku.

Dari lelucon-lelucon aku yang jayus, konyol, menyebalkan, dan mengesalkanmu di taraf akut. Tapi dari itulah kita saling tertarik. Aku dengan lelucon aku dan kamu dengan galaknya kamu.

Hmm… sungguh tidak pernah terpikirkan akan sampai sejauh ini, begitu banyak hal kita lalui, ada kebahagian, kesedihan, canda, tawa, marah semua kita lalui bersama.

Mungkin dengan usia hubungan kita yang baru 1 bulan, seharusnya dimana pasangan masih mengecap janji-janji surga, kita lebih sering lalui dengan tangisan. Bukan pula tangisan yang biasa tapi tangisan ingin bisa terus bersama, tangisan cinta.

Tapi bukan hanya tangisan saja yang memenuhi hubungan kita, kita banyak tertawa bercanda. Tentu kamu masih ingat kita pernah bertelepon selama 5 jam dan sebagian besar isi pembicaraannya hanya tertawa, ya tertawa.

Masih ingat saat aku bisa membuat kamu tertawa sampai sakit perut, atau bahkan di tengah mall kamu tertawa sampai jongkok karena lelucon aku yang super konyol. Kamu tau apa yang aku rasa saat itu? Aku bahagia. Bahagia bisa membuat kamu senang, bahagia saat tau tidak ada kesedihan dimata kamu.

Bukan itu saja, kamu selalu mendengarkan ide-ide pemikiran gila aku yang sebenarnya mungkin tidak masuk akal bagi kamu, tapi kamu selalu mendengarkan, aku tersanjung itu. Aku selalu ingatkan kesehatan kamu, makan kamu, segala hal yang terkadang kamu malas lakukan.

Bagaimanapun juga masalah yang timbul dalam hubungan ini, aku selalu ingin bersama kamu berbagi bahagia bersama kamu. Aku ingin kita saling melengkapi, bersama dalam suka dan duka, menjadi penyangga saat salah satu dari kita rapuh, menjadi motivator saat salah satu dari kita terpuruk, dan yang pasti selalu menyediakan bahu untuk meredakan tangis dan genggaman tangan saat kita kehilangan kendali.

Aku ingin mencintaimu bukan dengan ribuan janji surga. Karena suatu saat janji surga bisa menenggelamkan. Aku ingin mencintaimu dengan pembuktian. Sampai sejauh mana aku bisa melakukan untuk kamu. Aku mencintaimu bukan dengan bilangan 1-9. Tetapi aku mencintaimu dengan bilangan 0.

Selamat hari jadi kita yang sebulan, semoga kebahagiaan selalu mengukir setiap langkah dalam hubungan ini.
Terima kasih telah mencintaiku, sayang.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 166 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
653
1455
1618

-163
This week:
Last week:
Week before last week:
5217
10049
10733

-684

All visits
Since module start 469 756

Artikel Kesehatan