Rabu, Mei 23, 2012
   
Text Size

Beberapa Humor Saya

A. Bule Batak di Danau Galilea

Haha, ada pula bule Batak. Salah seorang anak muda yang duduk di depan saya yang menceritakan ini; saya kira dia masih tingkat pertama atau kedua di bangku perkuliahannya.

“Ada bule Batak jalan-jalan ke Danau Galilea. Di sana di mau menyewa kapal untuk berkeliling danau itu. Dia bertanya kepada pemilik kapal. Berapa sewa kapalmu ini Pak? Si pemilik kapal menjawab dengan mengatakan sewa kapalnya yang kalau bule Batak itu rupiahkan, maka jumlahnya adalah Rp. 50.000.000 (lima puluh juta). Si bule Batak bilang, waduh, mahal kali Pak! Kalau di Danau Toba, nggak sampai pun setengahnya itu kalau sewa kapal. Terus, si pemilik kapal di Danau Galilea bilang, wah, ini kan bukan di Danau Toba, ini di Danau Galilea. Jadi, si bule Batak bilang: Oooh, pantaslah Yesus jalan kaki kalau begini, mahal kali rupanya ongkos di sini!”

Persis di ujung cerita itu, pendengar terpingkal-pingkal. Kalau orang tidak punya pengetahuan tentang Yesus yang biasa berjalan-jalan di Palestina pada masa itu, maka orang bisa saja tidak tertawa mendengarkan humor itu. Bagi orang Batak Kristen, secara otomatis, karena mereka kenal cerita-cerita Alkitab dan tokoh Yesus, demikian juga Danau Toba, secara otomatis akan tertawa. Salah seorang teman si pencerita humor ini bilang setelah tertawa reda: “Ah, kau sesat!” Maksudnya, secara bercanda, yang bikin humor itu membuat sebuah humor yang tidak seharusnya akan tetapi itulah humor, diaseringkali berada pada yang tidak seharusnya; itulah yang sering menjadikannya lucu.

B. Orang Bijak dan ikan terinya

Masih dari si pencerita bule Batak. Dia melemparkan teka-teki berbunyi: “Di Sidempuan banyak salak yang enak/Jika Anda orang bijak, ikan apa yang matanya banyak?”

Teman-temannya berpikir. Mereka menyebutkan beberapa nama ikan yang jelas-jelas hanya bermata dua. Nggak ada yang bermata banyak. Teman-temannya menyerah.

Nggak bisa? Begitu tantang si pemberi teka-teki. Nggak, kata teman-temannya.

Lalu si pemberi teka-teki menjawab: “Ikan teri sekilo”.

Langsung semua penumpang tertawa terpingkal-pingkal. Nggak ada yang bisa membantah jawaban itu sama sekali; semua hanya bisa tertawa.

C. Ingin punya mobil

Seorang mahasiswa dari sebuah kampung di Tanah Batak kuliah di Jakarta. Ketika liburan dia pulang ke rumah.

Menjelang pulang kembali ke Jakarta, dia bilang sama bapaknya: “Pak, di Jakarta teman-temanku itu kalau kuliah ada yang bawa kijang, jebra, ada juga yang bawa panther.”

Si bapak: “Bah, bawa saja babi atau kambing atau kerbau kita itu!”

D. Tiga ekor cicak

Dua ekor cicak sedang berada di langit-langit, mereka berdua berantam. Cicak ketiga menonton yang sedang berantam. Ketika yang dua berantam secara habis-habisan, mereka jatuh ke lantai. Berapa cicak yang tertingal di langit-langit


Yang lain menjawab, satu ekor, yang menonton itu.

Yang punya teka-teki bilang, salah. Yang benar adalah tidak ada lagi cicak di langit-langit sebab ketika yang dua itu jatuh, cicak yang menonton itu bertepuk tangan dan dia pun terjatuh.

Itulah beberapa yang saya dengar; yang lain ada juga yang rada-rasa saru jadi tak perlu saya tuliskan di sini, hehe…! ***

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 147 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
256
1455
1618

-163
This week:
Last week:
Week before last week:
4820
10049
10733

-684

All visits
Since module start 469 359

Artikel Kesehatan