Rabu, Mei 23, 2012
   
Text Size

Apa Jadinya Pria Gay Rebutan Anak dengan Wanita Lesbian?

Kasus unik. Pasangan pria gay berusaha mengasuh anak hasil donor spermanya yang kini telah berujud dua bocah dalam asuhan pasangan lesbian. Perebutan hak asuh ini pun dibawa ke pengadilan dan diputuskan, si gay tersebut boleh melihat anak dalam asuhan pasangan lesbian itu selama 152 hari dalam setahun.

Kisah ini bermula ketika pria pasangan gay mendonorkan spermanya melalui sebuah lembaga atau bank sperma. Kemudian sperma donor gay itu dimasukkan ke dalam rahim pasangan lesbian, hamil dan menjadi anak. Bahkan pasangan lesbian itu telah melahirkan dua anak perempuan hasil dari sperma donor pasangan gay tersebut.

Pasangan gay yang tak disebutkan namanya itu telah "hidup bersama" selama 25 tahun dan kini usia mereka sudah 50 tahun. Baik pasangan gay maupun pasangan lesbian itu hidup di Brighton County, New York, AS.

Sperma donor dari pasangan gay itu kini telah menjelma menjadi dua anak perempuan usia 9 dan 7 tahun. Sedangkan pasangan lesbian itu telah "menikah" hidup bersama selama 20 tahun, yang masing-masing berusia 40 tahun.

Pasangan gay itu diketahui sebagai keluarga kaya, kemudian mengiklankan diri di majalah Gay Times bahwa mereka berusia 30an tahun ingin memiliki anak dari spermanya. Kemudian gayung bersambut ada pasangan lesbian juga ingin memiliki anak. Maklum, pasangan gay adalah sesama lelaki tak mungkin punya anak. Demikian juga pasangan lesbian juga pasangan sesama perempuan yang tak akan menghasilkan anak.

Setelah pasangan lesbian itu melahirkan anak dan mengasuhnya 9 tahun berjalan, tiba-tiba si pemilik sperma yang tak lain adalah pasangan gay itu ingin mengasuh dan memiliki anak tersebut. Mereka merasa berhak menjadi ayah dari dua bocah itu karena memang adalah spermanya. Sedangkan pasangan lesbian menolak keinginan itu karena mereka merasa yang melahirkan.

Dua pasangan itu pun menunjuk pengacara untuk menghadapi persidangan di pengadilan Brighton County, New York sebagaimana dimuat di laman dailymail (1/12).

Pasangan gay yang kaya ingin memberikan kehidupan lebih baik bagi dua bocah tersebut, demikian juga pasangan lesbian ingin mengasuhnya sepenuh hati. Si lesbian menuduh si gay akan merebut kebahagiaannya mereka. Si gay pun menuduh si lesbi menghalangi naluri kebapakannya.

Semula hakim memutuskan dua bocah itu boleh menginap di rumah si gay 100 hari dan sisanya tetap tinggal di rumah si lesbian yang tak lain adalah ibu kandungnya. Namun belakangan setelah kasus ini banding, hakim mendesak kedua pasangan sejenis itu untuk mengesampingkan egoisme demi anak anak mereka. Agar dua anak itu tidak menderita dan merahasiakan apa yang sebenarnya terjadi.

Alex Verdan pengacara si gay meyakinkan kepada sidang pengadilan bahwa peran si ayah sangat dominan dalam membesarkan anak-anak. Si gay berusaha menyekolahkan dan menanggung semua biaya kehidupannya, termasuk menyewa dokter untuk mengasuhnya.

Pengacara pasangan lesbian, Juni Venters ngotot bahwa hak asuh anak berada pada ibunya dan berusaha agar mental si anak tidak terganggu oleh sengketa ini. Pengacara tersebut juga menolak permintaan pasangan gay yang menginginkan pasangan lesbian menjadi "mitra" nya dalam pengasuhan anak dan tinggal dalam satu rumah.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 110 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
210
1455
1618

-163
This week:
Last week:
Week before last week:
4774
10049
10733

-684

All visits
Since module start 469 313

Artikel Kesehatan