Rabu, Mei 23, 2012
   
Text Size

Kiat Memilih Cincin Kawin

ADA yang mengatakan, memilih cincin kawin sama juga saat mencari pacar. Betapa tidak, nyari cincin kawin itu sulit. Selain harus cocok dan sehati, cincin kawin juga harus menyimpan kenangan manis dan indah. Bisa dipahami karena cincin kawin merupakan tanda ikatan cinta yang diharapkan seumur hidup akan langgeng.

Seperti diketahui cincin telah mulai digunakan sebagai simbol ikatan cinta abadi sejak masa pemerintahan Firaun di Mesir. Bentuknya yang melingkar sempurna tanpa memiliki ujung dan pangkal diidentikkan sebagai aliran cinta yang abadi tanpa henti.

Kebiasaan ini sempat 'meredup' pada era Romawi. Namun kembali popular dilakukan pada abad 18. Di era ini cincin belum dikenakan di jari manis seperti sekarang, melainkan dikenakan di jari tengah tangan kiri. Apa alasannya? Orang Romawi ternyata percaya terdapat pembuluh darah yang mengalir melewati jari tengah kiri langsung ke hati!

Mengiringi derasnya perkembangan dunia fesyen, cincin kawin mengalami berbagai inovasi yang luar biasa. Bentuknya yang semula hanya berupa lingkaran bulat sederhana, dari waktu ke waktu dipercantik dengan berbagai hiasan seperti ukiran, motif ataupun batu permata. Bahan dasarnya pun kini makin variatif. Jika mulanya yang dibuat dari bahan besi biasa, kini tersedia dalam berbagai variasi, seperti emas kuning, emas putih (platinum) dan titanium.

Khusus untuk jenis cincin yang dihiasi permata, hingga kini berlian yang melambangkan kemurnian dan keabadian cinta masih menjadi yang terfavorit. Dua batu permata pilihan lainnya adalah ruby merah yang melambangkan hati, serta sapphire biru yang melambangkan kesetiaan.

Walau telah mengalami banyak perkembangan, cincin kawin pada dasarnya terdiri dari 3 model utama, yakni cincin berbentuk lingkaran polos tanpa ornament, cincin dengan hiasan satu atau beberapa permata, dan cincin yang dihiasi motif seperti sulur atau garis-garis.

Memilih cincin kawin

  1. Sering-sering 'browsing' ke toko-toko perhiasan atau melihat-lihat referensi di majalah. Sebaiknya mulai mencari sekitar 2 bulan sebelum hari pernikahan. Jadi Anda masih punya cukup waktu untuk mencari, berpikir-pikir dan melihat kembali cincin kawin yang di'incar'.
  2. Atur budget. Anda dapat menyiapkan budget sekitar 3-10 juta.
  3. Pikirkan 20 tahun ke depan. Jangan takut untuk tampil beda, tapi pastikan model yang dipilih adalah model yang masih ingin Anda kenakan sampai 20 tahun ke depan.
  4. Pilih yang simple dan nyaman dipakai. Disarankan memilih cincin berwarna putih dan bentuk berliannya bulat. Karena tidak bersudut sehingga sinarnya lebih bagus.
  5. Lakukan 'final fitting' ukuran cincin di saat kondisi Anda tenang dan temperatur tubuh normal. Jangan melakukannya pada pagi hari. Jari akan sedikit membengkak, karena tubuh Anda masih mengandung garam yang tersimpan dari malam sebelumnya. Ukuran jari juga sedikit berubah setelah Anda berolah raga atau atau saat tubuh dalam keadaan panas dan dingin sekali.
  6. Anda yang berjari kecil disarankan untuk tidak memakaicincin kawin yang berbentuk lebar.
  7. Pilihlah cincin yang mudah dibersihkan, sehingga Anda dapat merawatnya sendiri. Jika model cincin Anda cukup rumit, pastikan toko perhiasan tempat Anda membelinya dapat memberikan jasa pencucian perhiasan.
  8. Jika Anda mengenakan cincin platinum, hindari mengenakannya saat melakukan pekerjaan kasar atau berolah raga, karena platinum mudah tergores. Hindari pula mengenakan cincin kawin saat Anda bekerja dengan zat-zat yang mengandung klorin, seperti pemutih pakaian, pembersih bahkan desinfektan yang terkandung dalam kolam renang.
  9. Pilihlah toko perhiasan yang memberikan jasa pembesaran atau pengecilan ukuran, pencucian dan pemolesan ulang.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 109 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
88
1455
1618

-163
This week:
Last week:
Week before last week:
4652
10049
10733

-684

All visits
Since module start 469 191

Artikel Kesehatan