Rabu, Mei 23, 2012
   
Text Size

Ikat pinggang dari Batok Kelapa??

Ikat pinggang yang lebih akrab dikenal dengan sabuk, adalah sejenis pita fleksible, yang biasanya terbuat dari kulit ataupun pakaian keras. Ikat pingganag sendiri, dikenakan oleh pria maupun wanita di sekitar pinggang dan berfungsi mengikat celana agar lebih kuat, maupun penghias bahan pakaian yang juga berguna sebagai mode atau trend.

Sejak zaman perunggu, ikat pinggang telah terdokumentasi untuk pria dan wanita. Di masa moderen, orang mulai mengenakan ikat pinggang sejak 1920-an. Hingga kini, ikat pinggang merupakan salah satu aksesoris yang selalu ramai dicari dan tak sepi peminat.

Terutama lagi, bagi kaum wanita yang semakin menjadi trend dengan berbagai jenis, macam, dan merek ikat pinggang dengan model yang bervariasi.

Berbagai jenis ikat pinggang bisa ditemukan dipasaran. Mulai dari sabuk tatahan, yang biasanya terbuat dari kulit atau bahan sejenis, yang dihiasi dengan logam dan umumnya digunakan untuk mode oleh sekelompok orang.

Atau model ikat pinggang militer yang tebal, dan besar, yang saat ini juga banyak dimodifikasi untuk mode, serta ikat pinggang yang terbuat dari bahan baku alami seperti ikat pinggang dari batok kelapa yang sekarang juga sedang menjadi trend.

Ikat pinggang semacam ini, memiliki peminat tinggi di pasar lokal, maupun luar negeri. Nyaris, tak pernah sepi peminat.  Kadir, perajin aksesoris batok kelapa mengakui kalau ikat pinggang dari batok kelapa selama ini, laris di pasar mancanegara.

“Belum lagi untuk pasar dalam negeri,’’ ujar Wahyudi, perajin asal Grokgak Singaraja yang membuka toko seni di Sukawati. Dikemukakan, selain dibuat dari bahan alami, ikat pinggang batok kelapa juga memiliki nilai seni yang tinggi. Mengingat, proses pembuatannya memiliki ketelitian dan kerumitan yang tinggi pula.

“Terutama yang ada nilai seni Bali-nya seperti ukiran. Karena dengan adanya ukiran ciri khas Bali-nya tampak jelas, sekaligus merangsang pembeli. Terlebih lagi, setelah melihat orang yang memakainya.

Tentu menjadi lebih bertambah cantik,’’ terang Wahyudi sambil menambahkan, beberapa negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Belanda dan Itali yang sudah menjadi pelanggan tetapnya untuk aneka aksesori ini.

Sementara untuk permintaan secara cangkingan, sebagian besar pembelinya adalah wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Pelajar dan mahasiswi juga banyak memakai ikat pinggang dari batok kelapa ini, karena memang bagus dan indah dipandang mata.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 124 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
985
1618
1491

+127
This week:
Last week:
Week before last week:
4094
10049
10733

-684

All visits
Since module start 468 633

Artikel Kesehatan