Rabu, Mei 23, 2012
   
Text Size

Kisah di Balik Ragam Motif Batik Klasik Jawa

Membatik pada mulanya merupakan salah satu kegiatan tradisi keluarga yang turun temurun. Pemilihan motif yang akan dibuatkan batiknya disesuaikan dengan keperluan pemakainya.Pada awalnya motif-motif batik juga diciptakan menurut fungsi dari para pemakainya dalam kehidupan sehari-harinya. Jadi sangatlah mungkin kalau dari suatu motif akan dapat dikenali dari keluarga mana si pemakainya berasal.

Misalnya motif-motif Parang Barong yang pada awalnya hanya digunakan oleh para Raja. Motif Parang sesungguhnya menggambarkan senjata, kekuasaan. Selaras dengan makna yang ada dalam motif Parang Barong, maka Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya.
Parang Barong, pernah dipakai eyang kakung jadul. Bahan morinya sudah sangat halus/ lembut Dalam perkembangan selanjutnya motif ini juga dkenakan oleh para wanita. Atau kain batik yang digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa saat ini, seperti motif kain batik: Ukel, Semen Rama; Semen Raja, pada awalnya juga hanya dikenakan oleh keluarga kesultanan. Hanya digunakan dalam kesempatan tertentu saja.

Ukel, yang sampai saat ini belum pernah saya kenakan . Motif yang penuh dengan cecek Dalam perkembangan selanjutnya pembatasan itu menjadi pudar. Banyak dari keluarga orang yang berstatus tinggi dan orang berpunya di Indonesia juga ingin meniru apa yang terjadi dalam keluarga kesultanan. Dan pembatasan yang pada awalnya begitu ketat, tidak dapat mengatasi masuknya pengaruh luar yang begitu gencar. Dan seperti yang kita lihat saat ini, banyak upacara pernikahan adat Jawa dalam masyarakat Indonesia yang menggunakan upacara pernikahan adat keraton dengan perlengkapan dan tahapan upacara yang cukup lengkap.

Bahkan beberapa motif batik tradisional yang biasanya hanya dipakai oleh keluarga keraton baik dari keraton Yogya maupun dari keraton Surakarta lambat laun juga sudah mulai bisa dimiliki oleh “setiap” orang yang ingin memilikinya. Walaupun tidak dengan kwaliteit seperti aslinya.
Tradisi Kejawen, yang mengajarkan falsafah Jawa juga turut memberikan banyak masukan dalam penciptaan motif-motif batik. Falsafah Jawa yang berusaha antara lain untuk meraih ke”besaran” dan kemuliaan dalam hidup ini, dapat mempermudah penciptaan motif kain batik. Hal ini bisa dimengerti karena untuk mencapai kebesaran dan kemuliaan yang selalu dirindukan oleh manusia, orang percaya bahwa hal ini akan bisa dicapai dengan olah jati diri. Misalnya melalui jalan meditasi dan upacara mistik.

Buah dari laku meditasi yang bisa dipetik adalah akan dicapainya ketentraman batin dan semelehnya hati seseorang serta keheningan suasana di sekitarnya. Ini semua merupakan attitude yang pas dalam pemilihan dan penciptaan suatu motif batik. Penyempurnaan motif batik agar sesuai dengan makna yang diharapkan oleh pemikinya kadang harus disertai upacara mistik. Upacara ini bisa dilakukan misalnya dengan mempersembahkan “offer” dan pemanjatan doa. Hal ini biasanya dilakukan dengan bimbingan para “Guru” dalam bidang Kejawen, sehingga nilai sakral dan magisch bisa tersirat dalam motif yang ada dan terlihat ketika dikenakan oleh pemiliknya.

Berapa lama dan laku mana yang harus dikerjakan seseorang sebelum ditemukan motifnya, sangat bergantung pada si pembatik dan si calon pemakainya sendiri. Jadi dalam hal ini setidaknya harus ada kerja sama di antara keduanya.

Motif dan warna dalam batik, pada awalnya memiliki nilai yang simbolik. Pemilihan warna dalam motif batik dapat memberikan informasi tentang perasaan dan harapan si pemakainya, karena dia yang memilih motif dan warnanya. Tentang peran si pembatiknya biasanya menjadi lumer menyatu dengan perasaan dan harapan si pemakainya dan hal ini diwujudkan dalam bentuk/lukisan motif dalam batik itu.

Patroon motif batik klassik pada awalnya hanya ada dalam “kepala” si pembatik. Motif-motif dalam batik klasik sering kali diungkapkan dalam bentuk yang abstrak. Daya khayal si pembatik dalam menggambarkan sebuah motif sangat mempengaruhi hasil akhir motif. Dan karena itu pula maka hampir tidak pernah terjadi ada dua kain panjang batik dengan satu motif batik, yang hasilnya sama dan serupa

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 132 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
948
1618
1491

+127
This week:
Last week:
Week before last week:
4057
10049
10733

-684

All visits
Since module start 468 596

Artikel Kesehatan