Sabtu, Mei 19, 2012
   
Text Size

ASURANSI PENDIDIKAN

Asuransi jiwa pada awalnya dibeli dengan tujuan proteksi, jika terjadi risiko kematian pada pihak tertanggung maka perusahaan asuransi akan membayar uang pertanggungan, jika tidak terjadi risiko kematin sampai akhir masa kontrak perlindungan maka tidak ada uang pertanggungan yang dibayarkan. Dalam perkembangan selanjutnya kemudian muncul produk asuransi jiwa yang mengandung unsur investasi, dimana jika terjadi risiko maka pihak asuransi akan membayar sejumlah uang pertanggungan ditambah sejumlah dana yang disebut nilai tunai. Namun jika tidak terjadi risiko sampai akhir kontrak asuransi berakhir maka pihak asuransi tetap mebayar sejumlah nilai tunai investasinya. Jadi baik terjadi risiko maupun tidak terjadi risiko pada asuransi yang mengandung unsur investasi, pemegang polis tetap mendapat sejumlah dana berupa nilai tunai.

Darimana asalnya nilai tunai ini? Nilai tunai berasal dari premi asuransi yang di investasikan kembali. Jadi ada bagian dari premi yang dibayarkan untuk proteksi, dan ada yang diinvestasikan kembali. Hasil pengembangan investasi inilah yang memunculkan nilai tunai dari asuransi. Nah, pada asuransi jiwa biasa seluruh premi dibayarkan untuk proteksi, tidak ada yang diinvestasikan. Alhasil premi asuransi jiwa yang mengandung unsur asuransi bisa lebih mahal daripada premi asuransi jiwa biasa.

Masalahnya pada asuransi jiwa yang mengandung unsur investasi termasuk asuransi pendidikan, maka premi asuransi yang dibayar di tahun pertama biasanya dibayarkn seluruhnya untuk proteksi jadi belum ada pengembangan investasi. Akibatnya nilai tunai belum muncul ditahun pertama. Di tahun kedua barulah premi asuransi ada yang dibagi ke dalam proteksi dan ada yang diinvestasikan kembali. Dengan demikian jika sudah ada bagian dari premi yang diinvestasikan maka barulah muncul nilai tunainya. Kapan saatnya atau pada pembayarn premi yang ke berapa kegiatan investasinya dilaksanakan serta prosentase pembagian besarnya premi yang investasikan tergantung kebijakan pihak asuransi. Demkianlah kurang lebih konsep nili tunai asuransi berikut pengambilannya.

Adapun asuransi pendidikan adalah salah satu jenis asuransi jiwa yang mengandung unsur investasi, dimana pada tahapan-tahapan pendidikan anak maka ada sejumlah nilai tunai yang bisa Anda ambil untuk membayar biaya pendidikan anak. Sehingga biasanya nilai tunai pada asuransi pendidikan hanya bisa diambil pada saat tahapan pendidikan anak Anda jatuh tempo. Misalnya saat akan membayar uang pangkal masuk sekolah SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Namun perkembangan selanjutnya produk asuransi pendidikan menjadi lebih variatif. Nilai tunai tidak hanya bisa diambil ada saat tahapan pendidikan saja, tetapai juga diwaktu lain. Hal ini memang dimungkinkan hanya jika nilai tuninya sudah muncul. Sehingga jika kembali ke konsep awal, nilai tunai memang bisa diambil jika memang sudah ada bagian dari premi suransi yang diinvestasikan.

Jika Anda bermaksud memutuskan kontrak dengan pihak asuransi, dan pada saat itu nilai tunai sudah muncul maka nilai tunai bisa diambil. Anda juga bisa mengambil nilai tunai yang sudah muncul itu tanpa memutuskan kontrak dengan pihak asuransi, artinya Anda tetap meneruskan pembayaran premi. Masalahnya karena kondisi keuangan keluarga sedang sulit maka Anda kesulitan membayar premi asuransi. Untuk memutuskan kontrak asuransi dengan menghentikan pembayaran premi sebenarnya tidak masalah. Daripada memaksakan diri untuk membayar premi yang terlalu berat sehingga Anda kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Sayang sekali hal ini terjadi saat nilai tunai asurasinya belum muncul, sehingga Anda merasa rugi.

Merasa rugi boleh saja, tapi keputusan untuk menghentikan kontrak asuransi bisa jadi lebih baik daripada diteruskan namun terlalu berat preminya. Keputusan keuangan sebaiknya masih berada dalam wilayah kesanggupan finansial Anda. Memaksakan diri untuk membayar premi asuransi yang terlalu besar sehingga kesulitan membayarnya bukan keputusan keuangan yang bijak. Saran saya, sebaiknya Anda hentikan saja asuransi pendidikan tersebut atau minta disesuaikan (dikurangi ) preminya agar tidak terlalu berat membayarnya. Yang penting adalah Anda tetap bertekad untuk mempersiapkan dana pendidikan untuk anak Anda jauh-jauh hari, namun sesuaikan juga dengan kemampuan Anda dalam berinvestasi.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 110 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
1360
1404
1395

+9
This week:
Last week:
Week before last week:
8611
10733
10999

-266

All visits
Since module start 463 101

Artikel Kesehatan