Sabtu, Mei 19, 2012
   
Text Size

Pasar Saham Asia Sebagian Besar Turun

Sebagian besar pasar saham Asia jatuh pada Senin (28/3), dengan Tokyo merosot karena pekerjaan darurat untuk membawa pembangkit listrik tenaga nuklir yang lumpuh di bawah kontrol di Jepang terhambat oleh radioaktivitas tingkat tertinggi.

Para pekerja yang berjuang untuk menghindari bencana nuklir lebih luas di PLTN Fukushima No.1 yang diguncang gempa dan tsunami pada 11 Maret, telah mengalami beberapa kemunduran, dengan para pekerja terpaksa dievakuasi karena tingkat radiasi melonjak. Pasar saham Tokyo merosot 0,60 persen atau 57,60 poin menjadi ditutup pada 9.478,53 dan Sydney turun 0,19 persen, atau 9,0 poin, ke 4.733,6, sementara Hong Kong jatuh 0,39 persen atau 90,48 poin menjadi 23.068,19.

Namun, pembelian pada akhir perdagangan membantu Seoul berakhir naik 0,11 persen, atau 2,35 poin, menjadi 2.056,39, sementara Shanghai ditutup naik 0,21 persen, atau 6,19 poin pada 2.056,39.
Investor pada minggu lalu optimis karena pekerjaan untuk mengatasi krisis Fukushima tampak berjalan dengan baik, namun laporan meningkatnya tingkat radiasi telah menghambat upaya pekerja, memicu ketidakpastian atas seberapa cepat situasi akan diselesaikan.

Tingkat berbahaya radiasi yang terdeteksi dalam  genangan air yang dianggap bocor dari sebuah reaktor yang dilanda gempa juga telah memukul upaya untuk memulihkan sistem pendingin di PLTN.
Pada sebuah konferensi pers Senin, pejabat untuk pertama kalinya menyebutkan kemungkinan bahwa tekanan inti bejana reaktor satu, dua dan tiga semua mungkin rusak, kantor berita Jiji Press melaporkan.

Saham Tokyo Electric Power Co (TEPCO), yang mengoperasikan PLTN tersebut, merosot 17,73 persen di tengah kritik atas penanganan krisis yang mendalam. "Masalah pembangkit listrik adalah sebuah tekanan psikologis di pasar dan investor memiliki waktu yang sulit untuk menemukan arah di tengah ketidakpastian pendapatan perusahaan," kata Naoki Fujiwara, fund manager di Shinkin Asset Management.

Kekhawatiran atas krisis Jepang dibayangi isyarat kuat lain dari Wall Street pada Jumat, dimana Dow ditutup naik 0,41 persen berkat revisi naik dari angka pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal terakhir 2010. Departemen Perdagangan mengatakan perekonomian terbesar di dunia itu berkembang pada tingkat sebesar 3,1 persen dalam tiga bulan sampai 31 Desember, naik dari perkiraan awal 2,8 persen, menambah bukti pemulihan mendapatkan kekuatan.

Data dan komentar oleh Presiden Federal Reserve Philadelphia  Charles Plosser pada Jumat bahwa kebijakan moneter harus dinormalisasi "di waktu yang tidak terlalu jauh" meningkatkan dolar. The Fed pada 2008 memangkas suku bunga menjadi mendekati nol dalam upaya untuk mengurangi dampak krisis keuangan global dan telah membanjiri pasar dengan uang tunai sebagai bagian dari kebijakan pelonggaran kuantitatif.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 111 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
1357
1404
1395

+9
This week:
Last week:
Week before last week:
8608
10733
10999

-266

All visits
Since module start 463 098

Artikel Kesehatan