Sabtu, Mei 19, 2012
   
Text Size

Outlook Perdagangan Forex Memasuki kuartal ke III Tahun 2008

Seperti yang telah diperkirakan oleh para analis wallstreet, bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunganya hingga menjadi 2% telah menjadi kenyataan. Dari langkah The Fed yang berani ini akan dijadikan dasar oleh Uni Eropa dan United Kingdom untuk menentukan kebijakan tingkat suku-bunganya, apakah itu di pangkas atau malah sebaliknya menaikkan tingkat suku bunganya.

Hal ini wajar bagi mereka mengingat pergerakan harga Brent-Oil London yang telah mencapai harga tertinggi baru, yaitu: 127 US$ / barell. Kekhawatiran akan ancaman inflasi global ditambah lagi dengan isu krisis pangan dunia di sepanjang kuartal kedua dan mungkin akan berkepanjangan hingga akhir tahun ini, akan semakin membingungkan para pelaku pasar.

Jika Amerika nantinya akan berhasil melalui krisis ekonomi di negaranya dengan cara memangkas tingkat suku bunganya, kemungkinan Uni Eropa dan United Kingdom akan mengikuti jejak dari negeri Paman Sam tersebut.

England yang selama ini paling konsisten mengikuti jejak The Fed akan merealisasikan kebijakan pemangkasan suku bunganya, jika cara The Fed itu memang betul-betul ampuh meredam krisis di sektor kredit dan subprime-mortgage, di tengah gejolak makin tingginya harga minyak dunia.

Dari pengamatan saya ada dua faktor kenapa harga minyak dunia tidak bergerak turun. Padahal cadangan minyak dunia dan produksi minyak dunia sangat cukup !

Faktor Pertama. Sebagian besar negara produsen minyak adalah negara-negara yang anti dengan kebijakan Amerika. Terutama kebijakannya terhadap Iraq dan Iran. Bahkan, dari rumor terakhir Iran bakal mengurangi produksi minyak mentahnya ! Apalagi kalau bukan untuk memberi pelajaran kepada Amerika.

Faktor Kedua. Para spekulan komoditi minyak dunia semakin asyik mengambil keuntungan dari meningkatnya harga minyak dunia, dari waktu-ke-waktu pada tahun 2008 ini. Mereka masih ingin mempertahankan gain hingga harga tersebut mencapai titik jenuh.

Dari dua faktor tersebut memang yang menjadi salah-satu faktor penentu agar harga minyak dunia kembali normal, adalah perbaikan ekonomi di Amerika ! Berapa lama Amerika dapat keluar dari krisis ekonomi di dalam negerinya sendiri. Selain itu ada faktor-faktor lainya, seperti: minimnya bencana dan stabilitas politik di teluk persia.) Tapi kedua hal tersebut masih menjadi momok yang saya rasa masih akan terus terjadi sampai dengan akhir tahun ini.

Dari pengamatan saya pasar valuta asing akan merespon positif, dalam arti US$ akan menguat jika laporan-laporan data ekonomi Amerika mengalami perlambatan krisis atau menuju arah perbaikan. Juga, konsistensi Amerika untuk mempertahankan tingkat suku-bunganya sekarang sampai dengan akhir tahun. Hal ini akan terlihat perekonomian Amerika telah menuju ke arah stabil.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 124 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
1332
1404
1395

+9
This week:
Last week:
Week before last week:
8583
10733
10999

-266

All visits
Since module start 463 073

Artikel Kesehatan