Sabtu, Mei 19, 2012
   
Text Size

Sukses Setelah jadi Bank Syariah

Konversi dari perbankan konvensional ke syariah menjadi momentum penting bagi BPRS Al Makmur Syariah. Buktinya, ketika masih berbaju konvensional dengan bendera BPR Bunsu Sinamar Makmur kinerjanya relatif terbatas. Namun, kini pasca-dikonversi ke syariah BPRS Al Makmur terjadi lompatan besar dalam berbagai sektor. Baik dari sisi omzet, jaringan maupun pendapatan yang mampu dibukukan.

Berdasar kinerja per tanggal 31 Maret 2011 terlihat pencapaian BPRS Al Makmur relatif bagus. Ini jadi bukti, konversi dari konvensional ke syariah merupakan keputusan yang tepat dan perbankan syariah diminati oleh masyarakat di kawasan Limapuluh Kota dan Payakumbuh dalam bermitra.

“Terus terang kita surprise dengan perjalanan dua tahun menjadi BPRS. BPRS Al Makmur ternyata makin diminati masyarakat. Ini ditandai dengan kian membaiknya kinerja BPRS Al Makmur dari waktu ke waktu,” ujar Direktur Utama PT BPRS Al Makmur Syariah Bujang Wiryaatmaja kemarin.

Perkembangan kinerja yang membaik pada triwulan pertama tahun 2011 tidak terlepas juga dari komitmen pemegang saham dan dewan komisaris yang dikomandoi Asmi Syahbudin. Begitu juga dari sisi aset. Dalam rentang dua tahun BPRS Syariah pertama di Limapuluh Kota dan Payakumbuh, mampu meningkatkan asetnya dua kali lipat. Buktinya, sebelum dikonversi menjadi syariah pada akhir September 2010. Asetnya hanya Rp 11.304.458.000 dan diakhir triwulan I tahun 2011 mampu mencapai Rp 25.888.529.382.

Dari  sisi penghimpunan dana, BPRS Al Makmur juga mengalami lompatan besar. Baik dari sisi nominal maupun dari aspek jumlah nasabah. Jika diposisi terakhir sebelum konversi ke syariah Dana Pihak Ketiga (DPK) hanya mampu dibukukan Rp 5.512.803.000  dengan jumlah nasabah 6.946 nasabah dan diakhir triwulan I tahun 2011 naik menjadi Rp.20.205.198.770 dengan nasabah mencapai 16.698 nasabah.

Linkage Program
Selain menghimpun dana dari masyarakat melalui produk deposito dan tabungan BPRS Al Makmur juga mengikuti linkage program dengan Bank Nagari Syariah dan Bank Syariah Bukopin.
Program ini berjalan sejak tahun 2008 dengan dukungan pendanaan dari Syariah Bukopin Rp 4 miliar dan di Februari 2011 telah mampu dilunasi.


Linkage program ini kembali dilanjutkan dengan Bank Nagari Syariah bulan Juli 2010 dan mendapat modal kerja linkage program Rp1,5 miliar. Saat ini modal kerja tersebut masih bersisa Rp1,125 miliar. Selain dari kedua bank umum syariah tersebut BPR Syariah Al Makmur juga mendapat dukungan modal kerja dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sejak tahun 2005 (waktu masih konvensional BPR Bunsu Sinamar Makmur) dengan total mencapai Rp 8 miliar.

Perkembangan membaik tak hanya terjadi dari aspek pendanaan. Buktinya dari sisi pembiayaan kinerja yang membaik juga terlihat dengan jelas. Buktinya, sewaktu masih berbentuk konvensional posisi pembiayaan yang mampu disalurkan hanya Rp 9.731.729.000 dengan jumlah debitur 1.328 nasabah. Namun, pasca-konversi menjadi syariah terjadi lompatan besar yakni Rp18.352.705.766 dengan mitra usaha 2.250 nasabah.

Walau melakukan ekspansi dengan gencar bukan berarti pula BPRS yang berkantor pusat di kawasan Limbanang, Limapuluh Kota abai dengan manajemen risiko. Setidaknya ini mampu diperlihatkan dengan berhasilnya manajemen menekan angka kredit bermasalah. Buktinya angka gross non perfomance loan (LDR) BPR Bungsu Sinamar sebelum bermigrasi 1,93 persen berhasil ditekan jauh lebih kecil ketika menjadi BPR syariah dengan angka 1,47 persen dari total kredit atau pembiayaan yang disalurkan Rp18,352,705,766. Sedangkan non perfomance loan (NPL) nett ditahun 2010 1,11 persen turun drastis menjadi 0,90 persen diakhir triwulan I tahun 2011.

Lahirkan Wakaf Tunai dan Gadai Syariah
Puaskan Al Makmur dengan capaian ini?. Ternyata tidak berpuas diri, buktinya manajemen BPRS terus berjuang melakukan berbagai inovasi  sesuai  kebutuhan masyarakat. Direncanakan tahun depan, BPRS al Makmur akan melahirkan produk wakaf tunai disamping gadai syariah.
“Produk wakaf tunai ini, selain mewadahi potensi dana-dana sosial masyarakat dan perantau,  juga  meningkatkan pertumbuhan ekonomi anak nagari,” tukuknya.

Artikel Peluang Usaha

Pengunjung Online

Ada 125 tamu online

Data Pengunjung

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
1304
1404
1395

+9
This week:
Last week:
Week before last week:
8555
10733
10999

-266

All visits
Since module start 463 044

Artikel Kesehatan